Marwan, S.Pd., Gr., M.Pd. - Sahabat Teknologi 2023 Sulawesi Selatan

Marwan, S.Pd., Gr., M.Pd. adalah Guru Matematika SMK Kehutanan Negeri Makassar yang merupakan salah satu Peserta Level 4 PembaTIK Tahun 2023.

KULIAH UMUM PEMBATIK LEVEL 4

Kuliah Umum merupakan rangkaian dari kegiatan PembaTIK level 4 yang akan membekali peserta PembaTIK level 4 dengan wawasan: 1. Membangun Mindset Inovator dalam Ekosistem Digital Pendidikan 2. Pemanfaatan Platform Pembelajaran Digital yang Membelajarkan 3. Komunikasi Digital, Kolaborasi, dan Public Speaking

SESI SINKRONUS PEMBATIK LEVEL 4 SULAWESI SELATAN

Kegiatan PembaTIK 2023 Level 4 telah dimulai. Pada sesi sinkronus ini, peserta berbagi bersama tutor.

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN GOSIP

Pembelajaran matematika menggunakan GOSIP (Google Sites Interaktif Terpadu) PMM. Merupakan inovasi dalam memberdayakan teknologi di sekolah.

EKSPONEN ITU MUDAH

Menampilkan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) matematika materi Eksponen yang dihasilkan dari Level 3.

Tampilkan postingan dengan label Fitur Rumah Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fitur Rumah Belajar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2022

KELAS BERDIFERENSIASI BERSAMA KELAS MAYA


Kemendikbud melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) mengembangkan suatu portal pembelajaran yang bernama portal Rumah Belajar pada Juli 2011. Hal ini sesuai dengan Permendikbud No. 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dimana Pustekkom mempunyai tugas untuk melaksanakan pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dan kebudayaan. Portal Rumah Belajar ini merupakan salah satu usaha untuk memfasilitasi proses pembelajaran melalui media jaringan atau secara online. (Kurniawan, 2017). Portal Rumah Belajar menyediakan konten-konten multimedia pembelajaran sebagai sumber belajar dan fasilitas pembelajaran jarak jauh secara online melalui fitur Kelas Maya.

Kelas Maya di Rumah Belajar merupakan sebuah learning management system (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran dalam jaringan (online) antara siswa dan guru kapan saja, di mana saja. Pada waktu tertentu yang terjadwal oleh guru, siswa dapat mengikuti pembelajaran virtual dengan pendidik melalui alat komunikasi synkronous (chat, video conference, audio conference, desktop sharing, whiteboard).

Strategi pembelajaran di Kelas Maya lebih bersifat konstruktivistik yang menuntut pembelajaran aktif dan berpusat pada siswa sehingga mendorong keterampilan siswa Pembelajaran kelas maya ini menggunakan teknologi pembelajaran (Rumah Belajar) untuk merancang, menyampaikan, dan mengatur pembelajaran formal dan informal serta berbagi pengetahuan, sehingga model pembelajaran kelas maya ini dirancang sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran di kelas dengan lebih banyak pada aktivitas asynkronous berdasarkan fasilitas TIK yang tersedia di sekolah.

Komponen pendukung pembelajaran kelas maya yaitu:

• Konten untuk pembelajaran, berhubung pembelajaran dilakukan tanpa tatap muka, jadi pendidik harus memberikan materi (konten) untuk siswa.

• Perangkat keras (hardware), berupa komputer, laptop, tablet, maupun smartphone.

• Perangkat lunak (software), seperti LMS, dll

• Strategi komunikasi, menyangkut bagaimana siswa mengikuti pembelajaran, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian.

• Jaringan internet, kelas maya tidak bisa berjalan tanpa internet. Jadi ketersediaan internet adalah wajib.

Implementasi pemanfaatan TIK dalam pembelajaran melibatkan pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah, guru, siswa, admin (operator) dan orang tua. Sekolah sebagai penyelenggara kelas maya, sehingga sekolah melalui kepala sekolah membuat kebijakan untuk membuka kelas maya, mengatur, merencanakan, dan melaksanakan pembelajaran melalui kelas maya.

Pendidik sebagai pengelola kelas maya memiliki peran dalam keberhasilan pelaksanaan kelas maya. Hal ini terkait tugas-tugas yang harus dilakukan pendidik dalam merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi proses pembelajaran melalui kelas maya.

Siswa sebagai peserta kelas maya mendapatkan fasilitas pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman terhadap suatu materi. Peserta kelas maya dituntut kemandirian dan kesungguhan dalam mengikuti kelas maya ini.

Administrator memiliki hak akses dalam mengelola keseluruhan sistem diantaranya mengelola master data sistem (mata pelajaran, kelas, statistik), mengelola akses seluruh pengguna sistem (penyelenggara, guru, siswa), mengatur pengelolaan seluruh kelas, monitoring seluruh aktivitas sistem pembelajaran, monitoring seluruh aktivitas pengguna sistem. Administrator dari Pustekkom dan sekolah.

Kelas Maya telah dimanfaatkan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar peserta didik di SMK Negeri Jumo Temanggung, Jawa Tengah (Rumiyanti, 2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan Kelas Maya memiliki minat dan prestasi belajar lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang mengikuti pembelajaran hanya dengan memanfaatkan modul. Selain itu , berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Kurniawan (2017), menyatakan bahwa Kelas Maya merupakan salah satu Learning Management System yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

Berdasarkan informasi tersebut, pemanfaatan kelas maya Rumah Belajar memiliki potensi yang besar dalam pembelajaran yang bersifat jarak jauh dalam jaringan. Adapun pemanfaatan kelas maya Rumah Belajar dapat diguankan sebagai sarana 1) pengganti pembelajaran tatap muka yang tidak dapat dilakukan di kelas artinya materi yang belum tersampaikan di kelas tatap muka dapat dilaksanakan melalui kelas maya; 2) sarana untuk membantu ketercapaian ketuntasan belajar (pencapaian KKM), misalnya program remedial; 3) kelas tambahan, misalnya saat siswa SMK melakukan prakerin/magang industry; 4) sarana pendukung dalam pelaksanaan model-model pembelajaran, misalnya dalam penerapan model pembelajaran flipped classroom pada pembelajaran praktikum.

Berdasarkan hal tersebut, untuk mengoptimalkan pemanfaatan kelas maya Rumah Belajar tersebut diperlukan panduan langkah-langkah pemanfaatan fitur kelas maya Rumah Belajar baik sebagai penyelenggara, guru, dan siswa maka disusunlah petunjuk pemanfaatan kelas maya Rumah Belajar dalam pembelajaran.

B. Tujuan

Tujuan penyusunan petunjuk pemanfaatan kelas maya Rumah Belajar dalam pembelajaran ini yaitu sebagai panduan bagi sekolah dan pendidik yang akan memanfaatkan kelas maya dalam penerapan model pembelajaran kelas maya melalui Rumah Belajar.

C. Sasaran

Sasaran penyusunan petunjuk pemanfaatan kelas maya Rumah Belajar dalam pembelajaran adalah sekolah, guru dan siswa semua jenjang Pendidikan.

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup petunjuk pemanfaatan kelas maya Rumah Belajar dalam pembelajaran meliputi langkah-langkah pemanfaatan fitur kelas maya di Rumah Belajar mulai dari pendaftaran, penyelenggaraan kelas maya dimana sekolah sebagai admin penyelenggara, pemanfaatan oleh guru mulai dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi, serta pemanfaatan oleh siswa mulai dari tahap pembelajaran dan ujian.

E. Deskripsi Petunjuk Pemanfaatan

Sebelum pemanfaatan fitur kelas maya, sekolah dan pendidik telah melakukan persiapan dan memperoleh data materi apa saja yang akan dibuat kelas maya. Berikut ini alur pemanfaatan kelas maya Rumah Belajar dalam pembelajaran.

1. Alur sebagai penyelenggara (sekolah)

Adapun karakteristik sekolah yang akan menrapkan pembelajaran kelas maya Rumah Belajar diantaranya yaitu:

• adanya kebijakan dari kepala sekolah terkait penerapan pembelajaran kelas maya;

• adanya dukungan sarana dan prasarana (lab komputer/ diperbolehkan peserta didik membawa laptop atau smartphone di sekolah, koneksi internet, listrik, infokus);

• memiliki komitmen untuk memanfaatkan teknologi dan melaksanakan uji coba implementasi pembelajaran kelas maya ini.

2. Alur sebagai guru

3. Alur sebagai siswa

Berikut ini langkah-langkah persiapan di kelas maya.

1. Pendaftaran di Kelas Maya

Sekolah sebagai penyelenggara, guru, dan siswa wajib melakukan pendaftaran di Kelas Maya jika akan membuka fitur Kelas Maya. Pendaftaran dapat diklasifikasikan sebagai penyelenggara, guru, dan siswa. Berikut ini langkah-langkah pendaftaran di Kelas Maya.

Mengisi formulir pendaftaran Online (Penyelenggara, Guru, Siswa)

Mendaftar Online

Mulai

Mendaftar Online

Login

Ubah penyelenggara

Edit Profil

Langkah-langkah pendaftaran sebagai berikut:

a. Masuk ke portal Rumah Belajar di www.belajar.kemdikbud.go.id.

b. Pilih dan klik fitur “Kelas Maya” dan muncul tampilan berikut.

c. Klik “Daftar” bagi yang belum memiliki akun di Rumah Belajar dan akan tampil

pilihan pengguna sebagai siswa, guru dan penyelenggara.

Untuk membuka kelas maya, yang pertama harus dilakukan adalah sekolah mendaftar sebagai penyelenggara kelas maya. Untuk melakukan pendaftaran sebagai penyelenggara kelas maya maka Anda diminta menghubungi system Administrator untuk permintaan sebagai penyelenggara kelas maya.

Setelah sekolah Anda menjadi sekolah penyelenggara kelas maya, maka guru dan siswa dapat mendaftar di kelas maya. Jika Anda belum pernah mendaftar di Rumah Belajar (belum memiliki akun di Rumah Belajar), maka silahkan Anda klik “Daftar sebagai Siswa atau Guru” dengan langkah-langkah sebagai berikut!

d. Isilah formulir pendaftaran dengan lengkap, kemudian klik “Daftar”

 e. Jika Anda suskses mendaftar maka nama Anda akan muncul di bagian kanan atas

f. Bagi Anda yang sudah mendaftar dan memiliki akun di Rumah Belajar maka Anda

pilih fitur Kelas Maya kemudian klik “Login”

g. Kemudian pilih kategori, user name, password, lalu klik masuk h. Jika Anda berhasil daftar dan login maka akan muncul tampilan “Edit profil” yang berisi ucapan selamat telah berhasil mendaftar. Kemudian disediakan tempat untuk mengunggah foto dan memperbaikai nama, nomor identitas, alamat, alamat email, nomor kontak, dan penyelenggara.

Bagi Anda yang sudah memiliki akun Rumah Belajar tetapi belum pernah masuk di kelas Maya maka yang perlu Anda lakukan setelah login adalah mengubah profil Anda dengan cara mengarahkan kursor ke nama Anda di pojok kanan atas, lalu akan muncul pilihan “Edit Profil”.

i. Perhatikan bagian isian paling bawah “Penyelenggara”. Ubahlah bagian penyelenggara menjadi nama sekolah Anda. (sistem secara otomatis akan memunculkan Pustekkom sebagai penyelenggra, sehingga Anda harus mengganti penyelenggara sesuai dengan sekolah Anda)

j. Arahkan kursor Anda pada panah dibagian ujung kotak sekolah penyelenggara, maka akan muncul nama-nama sekolah. Kemudian pilihlah nama sekolah yang sesuai dengan sekolah Anda.

k. Setelah menentukan nama sekolah Anda maka klik “Simpan”. Kemudian akan muncul tampilan untuk mencari kelas bagi siswa dan tampilan untuk kelola kelas bagi guru.

2. Penyelenggara Kelas Maya

Sekolah sebagai penyelenggara kelas maya memiliki hak ases untuk mengelola keseluruhan sistem kelas maya di sekolah diantaranya mengelola kelas (membuat kelas, menambahkan tim pengajar), mengelola pengguna di sekolah (mengelola guru dan siswa), monitoring aktivitas kelas (melihat rekap nilai), dan monitoring aktivitas pengguna (guru, siswa).

Penyelenggara disarankan melakukan hal-hal berikut untuk mengatur penyelenggaraan kelas maya:

• Membentuk koordinator mata pelajaran. Masing-masing koordinator mata pelajaran di sekolah tersebut menyusun dan mendiskusikan rencana dan jadwal kelas yang akan di buka.

• Menyepakati penamaan kelas yang akan ditulis di kelas maya. Berikut ini salah satu contoh strategi penamaan kelas di kelas maya.

• Bersama-sama guru mata pelajaran menentukan jadwal pelaksanaan kelas maya dan pengajar yang akan mengelola kelas maya tersebut.

a) Kelola Kelas

Berikut ini langkah-langkah penyelenggara mengelola kelas maya. a. Masuk ke portal Rumah Belajar di www.belajar.kemdikbud.go.id dan pilih fitur

b. Berdasarkan tampilan tersebut, sekolah sebagai penyelenggara memiliki kewenangan dan hak untuk mengelola kelas (membuat kelas), mengelola guru, mengelola siswa, mengelola master data, monitoring aktivitas kelas (melihat rekap nilai), dan monitoring aktivitas pengguna (guru, siswa).

Langkah-langkah Kelola Kelas terdapat 2 macam tampilan yaitu tanpa menandai struktur modul dan dengan struktur modul. Berikut ini langkah-langkah untuk mengelola kelas!

• Tanpa Struktur Modul

Membuat kelas dengan mengklik “Tambah Kelas

Isilah Judul dengan nama kelas sesuai mata pelajaran dan kelas, Deskripsi Singkat dengan nama guru pengampu mata pelajaran di kelas tersebut, Deskripsi dengan sub-sub materi yang akan dipelajari di kelas tersebut, kategori, kelas, untuk struktur modul diabaikan artinya tidak diberi tanda centang, dan kata kunci yaitu sebuah kata minimal 6 karakter yang akan menjadi kunci bagi siswa untuk masuk ke kelas tersebut!. Setelah semua terisi maka klik “Simpan”.

Berikut ini tampilan kelas yang muncul.

Terdapat dua pilihan menu yaitu “Lihat Detail” dan “Lihat Kelas”.

Lihat Detail

Saat menu Lihat Detail diklik maka akan muncul menu untuk

melengkapi pengaturan kelas yang dibuka terkait kelengkapan

informasi materi yang akan dipelajari meliputi:

Umum; gambar icon, nama kelas, deskripsi, tujuan

pembelajaran, penentuan guru yang akan mengajar di kelas

tersebut, dan pengaturan penilaian.

Modul; modul ini dapat diisi oleh guru.

Soal Ujian; soal ujian dapat diisi oleh guru atau penyelenggara.

Siswa; berisi daftar siswa.

Penilaian; pengaturan penilaian untuk setiap siswa dapat diisi

oleh guru atau penyelenggara.

Lihat Kelas

Terdapat tiga bagian yang ada di Menu Lihat Kelas yaitu

Pengumuman, Materi, dan Forum Diskusi.

Pengumuman; berisi informasi terkait pembelajaran yang

disampaikan guru atau admin sekolah.

Materi; berisi tampilan materi yang telah diunggah guru.

Forum Diskusi; berisi tanya jawab terkait topik tertentu antara

guru dengan siswa.

Menu Kelola kelas telah diuraikan di atas, untuk kembali ke tampilan awal

maka klik “Dasboard”.

b) Kelola Guru

Kelola guru berisi data-data guru di sekolah yang telah mendaftar di kelas maya dengan penyelenggara sekolah tersebut. Berikut contoh tampilan data guru.

c) Kelola Siswa

Kelola siswa berisi informasi data siswa yang telah mendaftar di kelas maya dengan penyelenggara sekolah yang bersangkutan.

d) Master Data

Master data berisi data mata pelajaran yang dibuat, dan pihak penyelenggara dapat mengeditnya.

e) Rekap

Berisi informasi jumlah kelas yang telah dibuat, waktu pelaksanaan, jumlah siswa dan jumlah siswa yang lulus.

f) Aktivitas Pengguna

Berisi informasi terkait aktivitas yang telah dilakukan guru atau siswa dalam rentang waktu tertentu. Pertama pilih rentang waktu, tentukan kategori siswa atau guru, kemudian tuliskan atau pilih nama siswa atau guru yang akan dilihat aktivitasnya. Data yang muncul dapat diubah dna dicetak dalam bentuk excel atau pdf.

SUMBER : MODUL PEMBATIK. 


Share:

Sabtu, 29 Oktober 2022

MAU SOAL SIAP PAKAI? AYO GUNAKAN BANK SOAL


Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21. Pendidik saat ini harus mampu mempersiapkan peserta didik untuk pekerjaan dan teknologi yang belum ada dan menyelesaikan masalah yang bahkan belum diketahui. Oleh karena itu, seorang pendidik perlu mengetahui karakteristik pembelajaran abad 21.

Menurut Rotherdam & Willingham dalam Trisdiono (2013) mencatat bahwa kesuksesan seorang peserta didik tergantung pada kecakapan abad 21, sehingga peserta didik harus belajar untuk memilikinya. Partnership for 21st Century Skills mengidentifikasi kecakapan abad 21 meliputi : berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi. Berpikir kritis berarti peserta didik mampu mensikapi ilmu dan pengetahuan dengan kritis, mampu memanfaatkan untuk kemanusiaan. Mampu memecahkan masalah berarti mampu mengatasi permasalahan yang dihadapinya dalam proses kegiatan belajar sebagai wahana berlatih menghadapi permasalahan yang lebih besar dalam kehidupannya. Ketrampilan komunikasi merujuk pada kemampuan mengidentifikasi, mengakses, memanfaatkan dan memgoptimalkan perangkat dan teknik komunikasi untuk menerima dan menyampaikan informasi kepada pihak lain. Terampil kolaborasi berarti mampu menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk meningkatkan sinergi.

 Menurut Jennifer Nichols dalam Rohim , Bima dan Julian (2016) prinsip pokok pembelajaran abad ke 21, yaitu:

1.      Instruction should be student-centered.

Pengembangan pembelajaran seyogyanya menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Peserta didik ditempatkan sebagai subyek pembelajaran yang secara aktif mengembangkan minat dan potensi yang dimilikinya. Peserta didik tidak lagi dituntut untuk mendengarkan dan menghafal materi pelajaran yang diberikan guru, tetapi berupaya mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, sesuai dengan kapasitas dan tingkat perkembangan berfikirnya, sambil diajak berkontribusi untuk memecahkan masalah-masalah nyata yang terjadi di masyarakat.

2.      Education should be collaborative.

Peserta didik harus dibelajarkan untuk bisa berkolaborasi dengan orang lain. Berkolaborasi dengan orang-orang yang berbeda dalam latar budaya dan nilai-nilai yang dianutnya. Dalam menggali informasi dan membangun makna, peserta didik perlu didorong untuk bisa berkolaborasi dengan teman-teman di kelasnya. Dalam mengerjakan suatu proyek, peserta didik perlu dibelajarkan bagaimana menghargai kekuatan dan talenta setiap orang serta bagaimana mengambil peran dan menyesuaikan diri secara tepat dengan mereka.

3.      Learning should have context.

Pembelajaran tidak akan banyak berarti jika tidak memberi dampak terhadap kehidupan peserta didik di luar sekolah. Oleh karena itu, materi pelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Guru mengembangkan metode pembelajaran yang memungkinkan peserta didik terhubung dengan dunia nyata (real word). Guru membantu peserta didik agar dapat menemukan nilai, makna dan keyakinan atas apa yang sedang dipelajarinya serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Guru melakukan penilaian kinerja peserta didik yang dikaitkan dengan dunia nyata.

4.      Schools should be integrated with society.

        Dalam upaya mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sekolah seyogyanya dapat memfasilitasi peserta didik untuk terlibat dalam lingkungan sosialnya. Misalnya, mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, dimana peserta didik dapat belajar mengambil peran dan melakukan aktivitas tertentu dalam lingkungan sosial. Peserta didik dapat dilibatkan dalam berbagai pengembangan program yang ada di masyarakat, seperti: program kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Selain itu, peserta didik perlu diajak pula mengunjungi panti-panti asuhan untuk melatih kepekaan empati dan kepedulian sosialnya.

Fitur BANK SOAL dapat digunakan oleh siswa untuk mengerjakan Latihan, Ulangan, dan Ujian secara online.

Sumber : Modul PembaTIK Level 1
Share:

Rabu, 26 Oktober 2022

WEBINAR SRB JASUKA : MAKIN CINTA DENGAN RUMAH BELAJAR DAN PMM


Webinar SRB JASUKA berlangsung pada Rabu, 26 Oktober 2022. Kegiatan dibuka oleh moderator, ibu Septia. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.

Pembukaan Kegiatan


Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya masuk ke materi 1. 




Saya sendiri memperoleh kesempatan penyaji kedua untuk menyampaikan materi. Materi saya berjudul  Praktik Baik Pembelajaran Matematika Menggunakan GeTiR BoMjar. GeTiR BoMjar artinya Model Pembelajaran Berbasis Game Terintegrasi Rumah Belajar dan Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Materi yang dibawakan


Perkenalan


Inovasi

Salah satu model pembelajaran inovatif yang bisa diterapkan guru adalah menggunakan model pembelajaran berbasis game. Model Berbasis Game adalah pembelajaran yang menggunakan permaianan atau game digital untuk tujuan pembelajaran. Model ini diterapkan oleh pendidik ketika ingin membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama dalam pembelajaran yang menyenangkan.

Sintaks

Berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan agar penerapan model pembelajaran berbasis game dan sumber belajar.
1. Memilih game sesuai topik. 
Guru memilih game yang sesuai dengan topik yang akan disampaikan sesuai dengan panduan diatas.

Langkah 1




2. Penjelasan konsep. 
Guru memberikan penjelasan/konsep awal terkait dengan game yang akan dimainkan, tujuan dan tantangan yang harus diselesaikan.



3. Aturan. 
Peserta didik memahami dan menyepakati aturan yang disampaikan oleh guru serta disediakan ruang untuk berkreasi dan mengekspresikan diri.


4. Bermain game. 
Peserta didik bermain game menggunakan platform yang sudah ditentukan sebelumnya termasuk batasan waktu dan jadwal bermain.


5. Merangkum pengetahuan. 
Peserta didik merangkum pengetahuan, pengalaman, dan hal-hal yang didapatkan dari game yang telah dimainkan.


6. Melakukan refleksi. 
Peserta didik melakukan refleksi dari hasil rangkuman dan menghubungkannya dengan topik materi yang sedang dipelajari.




Selanjutnya dilanjutkan dengan tanya jawab dan pemateri selanjutnya. Setelah itu kegiatan ditutup dengan foto bersama dan salam.



Ayo kunjugi juga IG saya di :


Share:

Sabtu, 22 Oktober 2022

SUMBER BELAJAR : FITUR RUMAH BELAJAR MENDUKUNG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


Rumah Belajar dikembangkan sejak tahun 2011 hingga sekarang. Setiap tahun Pustekkom, yang sekarang berubah nama menjadi Pusdatin, mengembangkan fitur atau aplikasi baru di Rumah Belajar guna melengkapi kebutuhan pembelajaran untuk guru dan siswa. Saat ini sudah ada 4 fitur Utama di Rumah Belajar, yaitu Sumber Belajar, Bank Soal, Lab Maya, dan Kelas Maya. Setiap fitur memiliki fungsi yang berbeda dan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran sesuai kebutuhan.

Portal Rumah Belajar merupakan salah satu laman pembelajaran yang di dalamnya terdapat beragam konten dan aktivitas pembelajaran. Rumah Belajar dapat diakses melalui alamat http://belajar.kemdikbud.go.id.

Fitur SUMBER BELAJAR berisi konten pembelajaran multimedia interakatif untuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMK, UMUM, dilengkapi dengan latihan dan tes. Fitur BSE berisi buku sekolah digital yang dapat diunduh oleh pengguna.



Share:

Kamis, 20 Oktober 2022

LABORATORIUM MAYA RUMAH BELAJAR : SOLUSI BELAJAR DI LAB TANPA LAB





Laboratorium Maya merupakan fitur simulasi praktikum laboratorium yang ada disajikan secara interaktif dan menarik, dikemas bersama lembar kerja siswa dan teori praktikum. 

Lab Maya merupakan fitur simulasi praktikum laboratorium yang disajikan secara interaktif dan menarik, dikemas bersama lembar kerja siswa dan teori praktikum.

Bagaimana cara memanfaatkan fitur Laboratorium Maya dalam proses belajar peserta didik? Coba Sahabat simak video pada link Lab Maya

Apakah Sahabat memiliki akun pembelajaran.id? Jika Sahabat sudah memiliki akun tersebut, Sahabat dapat memanfaatkan Laboratorium Maya dengan menggunakan akun belajar.id. Silahkan Sahabat simak video pada link Lab Maya dengan belajar.id

Ini link aksesnyaLaboratorium Maya


Sumber :
Mutmainah, Siti, dkk. 2021. MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS TIK (PembaTIK) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MEMANFAATKAN RUMAH BELAJAR LEVEL IMPLEMENTASI. Jakarta: Pusdatin Kemdikbudristek.

Share:

Selasa, 18 Oktober 2022

SERUNYA BERBAGI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF TERINTEGRASI RUMAH BELAJAR DAN PMM


    Guru sebagai pendidik diharapkan menggunakan berbagai model-model pembelajaran inovatif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, perlu melakukan praktik baik mengenai model-model pembelajaran yang teintegrasi Rumah Belajar.
    Memahami karakteristik dan tujuan penerapan setiap model pembelajaran. Setiap model pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Misalnya Model Discovery Inquiry merupakan pembelajaran yang menitikberatkan pada proses pemecahan masalah , pembelajaran untuk HOT, berpikir ilmiah , dan mandiri.
           Pada webinar kali ini, saya menyajikan materi kepada guru-guru dari Porgram Wardah Inspiring Teacher. Mereka sangat terinspirasi mengenai penerapam model-modelnya. Mereka juga ada yang baru mengenal Rumah Belajar dan ingin menerapkan dalam pembelajaran.

Berikut Dokumentasinya:
a. Video : Instagram -> Video Dokumentasi, Tik Tok -> Tik Tok


b. Foto Kegiatan :




DAFTAR HADIR

Referensi :
Modul Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Sumber Belajar Digital Program PembaTIK 2022.
Portal Rumah Belajar https://belajar.kemdikbud.go.id/
Pembelajaran Inovatif https://sibatik.kemdikbud.go.id/inovatif/beranda
Share:

Total Tayangan Halaman

Platform Merdeka Mengajar (PMM)

Rapor Pendidikan

Pengikut

Archive

TENTANG SAYA

Foto saya
Assalamu alaikum Wr.Wb., Sahabat Teknologi. Perkenalkan nama saya Marwan, S.Pd., Gr., M.Pd. Guru Matematika SMK Kehutanan Negeri Makassar sekaligus Kepala Perpustakaan Angsana. Saya juga Sahabat Rumah Belajar (SRB) Tahun 2019, 2020, 2021 dan 2022 dan menjadi Sahabat Teknologi di 2023 ini. Terima kasih. Ayo ikuti blog saya dan dapatkan informasi pendidikan dan teknologi yang menarik.

Logo BARUASA TEKNE

Logo BARUASA TEKNE

BARUASA TEKNE

Baruasa Tekne (Baruasa Manis) adalah makanan khas Sulawesi Selatan yang terbuat dari tepung beras. BARUASA TEKNE sebagai tagline yang kepanjangannya Berbagi dan Berkolaborasi untuk semua bersama sahabat teknologi Sulsel